|
D
|
imana?
Dimana kamu berada? Apa yang sedang kamu lakukan?, sejenak aku merasa gila
dengan semua pertanyaan itu. Pertanyaan yang saat ini sedang berputar – putar
mengelilingi kepalaku, beberapa hari ini gendang telingaku tak semerdu hari
kemarin saat ku mendengar kabar yang kau ucapkan dengan bibir manismu, seakan
telingaku mati semati – matinya dan sungguh itu membuat semua organ tubuhku
merasakan hal yang sama. Bimbang, bingung, penesaran dan curiga tercampur menjadi
satu kesatuan, sempat berfikir apakah ini semua akan berakhir begitu saja? Apa
aku harus bersabar yang sangat lama? Atau apa? Aku harus apa?. Ku hanya terpaku
memandangi smartphone ku berharap di taskbar tercantum namamu sedang memberiku
sebuah kabar yang sedang aku tunggu kedatangannya, tapi apa dayaku? Aku hanya
seorang yang mengemis – ngemis cinta kepadanya karena ku sadar akan keadaanku
yang tak ada sebutirpun emas yang menempel ditubuhku, tak ada aroma mawar
dikulitku dan tak ada pula cairan berlian dalam darahku. Hanyalah aku seorang
anak yang tak berparas dan tak berotak yang mencintaimu dengan ketulusan hati
ini, percayalah dengan hati ini. Hati ini tak akan berdusta ataupun berpaling
dari satu arah untuk waktu yang lama atau mungkin selamanya, tapi sekarang kau
menghilang tanpa jejak entah kemana, mungkinkah kau berpaling kepada lelaki
yang lebih gagah nan rupawan? Lelaki yang memang menjadi idaman setiap kaum
hawa, engkau berhak memilih hidupmu dan menentukan masa depanmu, dan asal
engkau tahu aku akan menunggumu hingga titik jenuhku telah melebihi batasku dan
benar – benar menghiraukanmu dalam hidupku.